Rabu, 17 Oktober 2012

Tugas Konsep Basis Data 5

2. Berdasarkan Tabel
a. Dapatkan kd_dokter, nama, spesialis, yang memiliki spesialis penyakit dalam





b. Dapatkan daftar nama dokter, hp yang ahli di bidang bedah













c. Dapatkan daftar dokter yang praktek mulai pukul 08:15:00





















d. Dapatkan daftar dokter yang praktek selesai pukul 21:00:00










e. Dapatkan nama dokter, hari dan spesialis yang praktek pada hari selasa













f. Dapatkan daftar praktek dokter spesialis kandungan









3. Berdasarkan Tabel
a. Dapatkan informasi banyaknya dokter yang dimiliki rumah sakit







b. Dapatkan informasi banyaknya dokter yang ahli di bidang kandungan






c.Dapatkan dokter yang memiliki jam kerja paling lama







d. Dapatkan dokter yang memiliki jam kerja paling sedikit

































e. Dapatkan rata rata jam praktek


Selasa, 09 Oktober 2012

Tugas Konsep Basis Data 4

Contoh dari tabel MySQL menggunakan aplikasi Wampserver

 Tabel Spesialis





Tabel Praktek





Tabel Dokter




Senin, 01 Oktober 2012

Tugas Konsep Basis Data 3

1. Tujuan Perancangan Basis Data

Tujuan awal dan utama dalam perancangan data pada sebuah basis data adalah agar dapat menentukan kembali data (data yang dicari) dengan mudah dan cepat.
Tujuan Perancangan Database adalah :
· Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari pengguna dan aplikasi
· Menyediakan struktur informasi yang natural dan mudah di mengerti oleh pengguna
· Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek kinerja dari suatu sistem database

Di samping itu, pemanfaatan data untuk pengolahan data juga memiliki tujuan-tujuan tertentu. Secara lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan sebagai berikut :
1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Pemanfaatan basis data memungkinkan untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah.

2. Efesiensi ruang penyimpanan (Space)
Penggunaan ruang penyimpanan di dalam basis data dilakukan untuk mengurangi jumlah redundansi (pengulangan) data, baik dengan melakukan penerapan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antar kelompok data yang saling berhubungan.
3. Keakuratan (Accuracy)
Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya dan diterapkan dalam basis data, sangat berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan data.

4. Ketersediaan (Availability)
Pertumbuhan data (baik dari jumlah maupun jenisnya) sejalan dengan waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Data yang sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi digunakan dapat diatur untuk dilepaskan dari sistem basis data dengan cara penghapusan atau dengan memindahkannya ke media penyimpanan.

5. Kelengkapan (Completeness)
Lengkap atau tidaknya data yang dikelola bersifat relatif baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu. Dalam sebuah basis data, struktur dari basis data tersebut juga harus disimpan. Untuk mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkembang, maka tidak hanya menambah record-record data, tetapi juga melakukan penambahan struktur dalam basis data.

6. Keamanan (Security)
Sistem keamanan digunakan untuk dapat menentukan siapa saja yang boleh menggunakan basis data dan menentukan jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.

7. Kebersamaan pemakai
Pemakai basis data sering kali tidak terbatas hanya pada satu pemakaian saja atau oleh satu sistem aplikasi saja. Basis data yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang mendukung lingkungan multiuser, akan dapat memenuhi kebutuhan ini, tetapi dengan menjaga/menghindari terhadap munculnya persoalan baru seperti inkonsistensi data (karena data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat bersamaan).
http://blog.re.or.id/perancangan-basis-data.htm



2. Macro Life Cylce dan Micro Life Cycle serta Perbedaannya

Macro life cycle merupakan siklus kehidupan sistem informasi. Sedangkan micro life cycle merupakan siklus kehidupan aplikasi basis data. Proses perancangan basis data merupakan bagian dari siklus hidup sistem informasi karena siklus hidup aplikasi basis data berhubungan dengan siklus hidup sistem informasi.
#Tahapan Siklus Pada Macro Life Cycle

1. Analisa Kelayakan
Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.

2. Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna
Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi dan prosedur laporan.

3. Perancangan
Perancangan terbagi menjadi dua yaitu : perancangan sistem database dan sistem aplikasi

4. Implementasi
Mengimplementasikan sistem informasi dengan database yang ada

5. Pengujian dan Validasi
Pengujian dan validasi sistem database dengan kriteria kinerja yang diinginkan oleh pengguna.

6. Pengoperasian dan Perawatan
Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai dengan pengawasan dan perawatan sistem

#Tahapan Siklus Pada Micro Life Cycle

Aktifitas yang berhubungan dengan database sebagai micro life cycle dan termasuk fase-fasenya sbb :

1. Database planning
Pada aktifitas ini akan disusun bagaimana langkah-langkah siklus hidup dapat
direalisasikan secara lebih efisien dan efektif.

2. System definition
Definisi ruang lingkup database (misal : para pemakai, aplikasi-aplikasinya, dsb.)

3. Design
Pada bagian dari fase ini, perancangan sistem database secara konseptual, logikal

dan fisik dilaksanakan

4. Implementation
Pemrosesan dari penulisan definisi database secara konseptual, eksternal, dan
internal, pembuatan file-file database yang kosong, dan implementasiaplikasi
software.

5. Loading atau Data Conversion
Database ditempatkan baik secara memanggil data secara langsung ataupun
merubah file-file yang ada ke dalam format sistem database dan memangggilnya
kembali.

6. Application Conversion
Beberapa aplikasi software dari suatu sistem sebelumnya dikonversikan ke suatu
sistem yang baru.

7. Testing dan Validation
Sistem yang baru ditest dan diuji kebenarannya.

8. Operation
Operasi-operasi pada sistem database dan aplikasi-aplikasinya.

9. Monitoring dan Maintenance
Selama fase operasi, sistem secara konstan memonitor dan memelihara database.
Pertambahan dan pengembangan data dan aplikasi-aplikasi software dapat terjadi.
dan pengaturan kembali database mungkin diperlukan dari waktu ke waktu

http://justruilmu.blogspot.com/2012/03/macro-lifecycle-dan-micro-lifecycle.html



3. Langkah Pada Tahap Pengumpulan dan Analisa Data

1. Menentukan kelompok pengguna danbidang-bidang aplikasinya
– Menentukan aplikasi utama dan kelompokpengguna yang akan menggunakan basisdata.
– Individu utama pada tiap-tiap kelompokpengguna dan bidang aplikasi yang telahdipilih merupakan partisipan utamapada langkah-langkah berikutnya daripengumpulan dan spesifikasi data.

2. Peninjauan dokumentasi yang ada
– Dokumen yang ada yang berhubungandengan aplikasi-aplikasi dipelajari dandianalisa.
– Dokumen-dokumen lainnya (seperti :kebijaksanaan-kebijaksanaan, form, report,dan bagan organisasi) diuji dan ditinjaukembali untuk menguji apakah dokumen-dokumen tersebut berpengaruh terhadapkumpulan data dan proses spesifikasi.

3. Analisa lingkungan operasi danpemrosesan data
– Informasi yang sekarang dan yang akandatang dipelajari.
– Analisis jenis-jenis transaksi dan frekuensi-frekuensi transaksinya dan arus informasidalam sistem.
– Input-output data untuk transaksi-transaksitersebut diperinci.

4. Daftar pertanyaan dan wawancara
– Merangkum tanggapan-tanggapan daripertanyaan-pertanyaan yang telahdikumpulkan dari para pengguna basis datayang berpotensi.
– Ketua kelompok (individu utama) dapatdiwawancarai sehingga input yangbanyak dapat diterima dari merekadengan memperhatikan informasi yangberharga dan mengadakan prioritas.

http://www.scribd.com/doc/90147290/3/TAHAP-3-PENGUMPULAN-ANALISIS-DATA


4. Pengertian Transaction Throughput 
Transaction Throughput adalah Jumlah pekerjaan yang dilakukan oleh komputer dalam waktu tertentu. Ini adalah kombinasi dari kecepatan pemrosesan internal (32-bit vs 64-bit,dll), kecepatan periferal (I / O) dan efisiensi dari sistem operasi, perangkat lunak sistem dan aplikasi lainnya semua bekerja sama. Transaksi diproses per detik (TPS) adalah salah satumetrik yang umum digunakan untuk mengukur throughput. Lihat komputasi 32-bit dan 64-bit komputasi. Merupakan nilai rata-rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh system database dan merupakan parameter kritis dari system transaksi.

http://www.answers.com/topic/throughput # ixzz1nbi2SiDc

5. Contoh Perancangan Basis Data
ID Nama Member
Nama Member
3
Fajar
4
Hadi
6
Putranto
8
Kucing








ID Judul Film
Judul Film
456
Three Idiot
567
Arisan
678
Boboho
789
Meet The Parents








ID Kategori Film
Kategori Film
23
Indonesia
34
Hollywood
45
Bollywood
56
Korea-Cina

No
ID Member
ID Judul
Film
ID Kategori Film
Tgl Pinjam
Tgl Kembali
Denda
Total Biaya
TTD
1
3
678
56
12/10/2012
19/10/2012
Rp 0
Rp 10.000

2
4
567
23
13/10/2012
21/10/2012
Rp 1.000
Rp 11.000

3
6
789
34
14/10/2012
23/10/2012
Rp 2.000
Rp 12.000

4
8
456
45
15/10/2012
25/10/2012
Rp 3.000
Rp 13.000





*Maksimal waktu peminjaman 7 hari
*Biaya peminjaman 1 minggu Rp 10.000
*Setiap keterlambatan 1 hari denda Rp. 1.000

Rabu, 26 September 2012

Tugas Konsep Basis Data 2

1. Arsitektur Sistem Basis Data


External Level /View Level
Suatu application program, tidak akan memperlihatkan data type juga dapat menyembunyikan informasi yang mempunyai tingkat security tertentu yang terkait dengan otoritas userLevel user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.
- programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I
- end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi.
Pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.

Conceptual Level / Logical level
Menggambarkan bagaimana suatu record disimpan dalam basis data dan menggambarkan hubungan (relationship) antar data.. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual.


Internal/Physical Level
Menggambarkan bagaimana suatu record disimpan secara fisik. Level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.

http://www.cs.ui.ac.id/WebKuliah/BasisData/FileKuliah/db02-2.PDF
http://blog.unsri.ac.id/userfiles/ARSITEKTUR%20SISTEM%20BASIS%20DATA.pdf




2. Penggunaan Model Data
Pengertian model data : 
Sekumpulan konsep-konsep untuk menerangkan data, hubungan-hubungan antara data dan batasan-batasan data yang terintegrasi di dalam suatu organisasi.
Model data digunakan pada saat mendisain sistem basis data agar diperoleh basis data stabil dengan normalisasi penuh. Tujuannya agar data terhindar dari kesalahan-kesalahan seperti tidak konsisten,tidak akurat,dll

Aspek yang menentukan kualitas dari model dan arsitektur data adalah:
1. Structure, menerangkan bagaimana data disusun, secara hierarchical, network, relational, atau object-oriented.
2. Integrity, menunjukkan bagaimana data dapat dihubungkan sesuai aspek strukturnya.
3. Manipulation, menunjukkan bagaimana data dapat diolah berdasarkan logika pengolahan data tertentu.
4. Querying, menunjukkan bagaimana kumpulan data dapat diseleksi sesuai logika pengolahan data tertentu.

http://agustinfilologusdatabase.blogspot.com/2012/02/penggunaan-model-data.html




3. Beda Model Data Object Oriented dan ER Model

Entity-relationalship Model dan Object-oriented Model adalah bagian dari model data yang telah dibahas pada aritikel sebelumnya mengenaiModel Data. Pada artikel kali ini saya akan membahas lebih rinci mengenai kedua model data tersebut dan dimana letek perbedaan keduanya.

Entity-relationalship Model (E-R Model)didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entity (entitas) dan hubungan antar objek tersebut, disebut relationalship. Entitas adalah objek d dunia nyata yang bersifat unik. 
Setiap entitas memiliki atribut yang membedakannya dengan entitatas yang lainnya. Contoh : entitas burung mempunyai atribut nama, jenis, warna, habitat.

E-R model menggunakan diagram E-R yang terdiri dari :
Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan antar entitas.
Elip, menggambarkan atrubut-atribut entitas.
Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entitas.
Garis, yang menghubungkan antara objek dalam diagram E-R.

Object-oriented Model adalah model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek, dimana setiap objek memeliki hal berikut :
Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut "melekat" dengan objek itu sendiri.
Metoda, operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan.
Objek-objek yang memiliki tipe nilai dan metoda yang sama dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemograman.
Sending a message, sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek yang lain hanya dengan memanggil metoda dari objek tersebut.

Perbedaanya :
Pertama, dari segi komponen yang ada di dalam kedua model tersebut. Komponen utama dari E-R model adalah entitas, atribut dan relationanship, sedangkan pada objek-oriented model komponen utamanya adalah nilai, metoda, dan sending a message.

Kedua, pada E-R model karakteristik sebuah objek terletak pada atribut dari entitas, sedangakan pada objek-oriented model terletak pada nilai atau variable yang "melekat" pada objek.

http://tresna-komputer.blogspot.com/2012/02/entity-relationalship-model-dan-object.html




4. Perbedaan Model Data Relasional, Jaringan dan Hierarkis

Model Database Relasional (Relational Database Model)
Model database relasi merupakan model database yang paling banyak digunakan saat ini, karena paling sederhana dan mudah digunakan serta yang paling penting adalah kemampuannya dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan pengelolaan database. Sebuah database dalam model ini disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari baris (record) dan kolom (field), pertemuan antara baris dengan kolom disebut item
data (data value), tabel-tabel yang ada dihubungkan (relationship) sedemikian rupa menggunakan field-field kunci (Key field) sehingga dapat meminimalkan duplikasi data.

Model Database Jaringan (Network Database Model)
Model database jaringan merupakan pengembangan dari model database hirarki, dimana kelemahan yang ada pada model database hirarki yaitu ketidakmampuannya dalam mengelola hubungan banyak ke banyak (Many to Many) telah dapat diatasi dengan model database jaringan ini. Dalam model ini, data di representasikan sebagai koleksi record dan hubungan antar record direpresentasikan sebagai pointer.
Kelemahan dalam model database ini adalah lebih kompleks dan sulitnya dalam proses query, begitu juga halnya dalam manipulasi data yang harus dilaksanakan dengan menelusuri data pointer pada setiap recordnya.
Kelebihan model database ini adalah dari segi efisiensi penyimpanan data, karena tidak
adanya data yang duplikat (redundansi) dan akses yang cepat karena langsung memanfaatkan pointer ke alamat fisik data.
Karena kompleksitas yang tinggi, apalagi diterapkan pada sistem database yang begitu
kompleks, maka model database ini tidak tepat lagi untuk digunakan. Saat ini, model database jaringan sudah jarang sekali dipakai, kecuali untuk keperluan penelitian saja.


Model Database Relasi (Relational Database Model)
Model database relasi merupakan model database yang paling banyak digunakan saat ini, karena paling sederhana dan mudah digunakan serta yang paling penting adalah kemampuannya dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan pengelolaan database. Sebuah database dalam model ini disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari baris (record) dan kolom (field), pertemuan antara baris dengan kolom disebut item
data (data value), tabel-tabel yang ada dihubungkan (relationship) sedemikian rupa menggunakan field-field kunci (Key field) sehingga dapat meminimalkan duplikasi data. Model database relasi ini dikemukakan pertama kali oleh E.F. Codd, salah seorang pakar dalam bidang database. Sering juga model ini disebut Database relasi.

sumber : PDF Database Management Memahami Konsep Database



5. Contoh Database Beserta Tabelnya Dengan Ketentuan: 
id merk char 3 
nama char 15

                                                                NAMA_OS

idm

nama_os

001

windows7homebas

010

windows7homepre

011

windows7profess

100

windows7enterpr

101

windows7ultimat




HRG

idm

harga_os

001

Rp1.000.000

010

Rp1.500.000

011

Rp2.000.000

100

Rp2.500.000

101

Rp3.000.000























Sabtu, 08 September 2012

Tugas Konsep Basis Data



     1.      Perbedaan Antara Metadata dan Database Real

Metadata adalah informasi yang ditanam pada sebuah file yang isinya berupa penjelasan tetang file tersebut. Misalnya file gambar, informasi intinya adalah gambar tersebut. Namun bagaimana dengan informasi yang menjelaskan gambar tersebut (kapan dibuat, berapa resolusinya, kamera yang digunakan, serta informasi lainnya) informasi yang menjelaskan object inilah yang disebut metadata.

Sedangkan database real adalah suatu kumpulan data-data yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk informasi yang sangat berguna. Database terbentuk dari sekelompok data-data yang memiliki jenis/sifat sama. Ambil contoh, data-data berupa nama-nama, kelas-kelas, alamat-alamat. Semua data tersebut dikumpulkan menjadi satu menjadi kelompok data baru, sebut saja sebagai data-data mahasiswa. Demikian juga, kumpulan dari data-data mahasiswa, data-data dosen, data-data keuangan dan lainnya dapat dikumpulkan lagi menjadi kelompok besar, misalkan data-data politeknik elektronika. Bahkan dalam perkembangannya, data-data tersebut dapat berbentuk berbagai macam data, misalkan dapat berupa program, lembaran-lembaran untuk memasukkan data, laporan-laporan. Kesemuanya itu dapat dikumpulkan menjadi satu yang disebut dengan database.



    2.      Pengertian Tentang Query dan Operation Independence


Query adalah permintaan data kita berupa bahasa bisnis, mengolah data dalamtable(tabel)menjadi satu informasi yang biasa dimengerti. Seperti mengelompokkan sepuluhpenjualan terbesar oleh costumer yang dimiliki. Ia biasa berdasarkan pada satu table saja, ataupada dua/ lebih table,ataupun berdasarkan pada query yang telah ada.

Manfaat Query :

  • Menampilkan data-data tertentu pada suatu table, contohnya kita hanya ingin melihatdata pada table barang.

  • Menampilkan data dari dua table atau lebih dengan syarat antara table itu ada field yang berhubungan. Contohnya kita ingin melihat nomor faktur ‘F0001’ itu siapa pemiliknya. Di sini kita mengambil data dari table header penjualan dan table header penjualan dan table karyawan , sebagai penghubungnya adalah field NIK.

  • Dapat melakukan operasi perhitungan.


Itulah tiga fungsi utama query. Query biasanya digunakan sebagai sumber data untuk Report dan Form.



Operation data independence adalah kemampuan untuk mengubah struktur data tanpa harus mengubah aplikasi yang memeroses data tersebut.



3.   Pengertian Rule deduktif

Rule deduktif adalah hubungan beberapa data yang mengemukakan informasi baru yang berisikan kesimpulan tentang fakta tambahan didalamnya. Rule deduktif dapat terdefinisikan melalui system basis data deduktif.